Kegiatan 8 Amankah makananku ?

Laporan Praktikkum

Amankah makananku ?

DISUSUN OLEH:

  1. EUIS TRIA (A1G010008)
  2. DENISA PUTRA (A1G0100021)
  3. HEPTA AJU LESTARI (A1G010031)
  4. FAILA JUMAT TIA (A1G010038)
  5. MEIDI SAMIN (A1G010039)
  6. SAFRIZAL
  7. ILHAM PUTRA YUDHA (A1G010028)

TINGKAT 3A

Dosen Pengampuh : Dra. Dalifa, M.Pd

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2012

I.        Tujuan Kegiatan

Kelas 5 semester 2

Kompetensi dasar

1.3. mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

Indikator

Siswa dapat

  1. Menguji kandungan boraks didalam bahan makanan ;
  2. Memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

Saran penerapan dalam pembelajaran

Kegiatan ini dapat digunakan sebagai kegiatan inti mupun penetapa pada pembelajaran siswa tentang “makanan dengan tambahan bahan buatan”

II.            Alat dan Bahan

Alat dan bahan

  1. Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks (seperti mie kuning, mie putih, bakso, kerupuk puli)
  2. Kunyit
  3. Boraks
  4. Pisau
  5. Air
  6. Piring
  7. Kain putih/kain kaos
  8. Pipet tetes
  9. Alat penumbuk

III.     Langkah kerja

Prosedur / langkah kerja

  1. Kupaslah kunyit, haluskan dan beri sedikit air. Bungkuslah kunyit dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit.
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasuki sedikit boraks kedalam sau sedok teh
  3. Campurlah lima tetes larutan kunyit dengan 5 tetes larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan bewarna merah kecoklatan. Larutan bewarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator  adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.
  4. Tumbukan contoh makanan yang akan diuji hingga halus, dan diletakan di atas piring usahakan masing-masing bahan makanan tidak saling bercampur satu sama lain.
  5. Dengan menggunakan pipet, teteslah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi

Catatan

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah di tetesi air kunyit di duga mengandung boraks

  1. Catat hasil pengujianmu
no

Jenis bahan

Kandungan boraks

+

IV Hasil Pengamatan

No

Nama bahan

Kandungan boraks

+

1

Bakso

2

Mie instant

3

Mie putih

4

Kerupuk jangek

+

5

Kerupuk tempe

+

6

Kripik singkong

+

7

Tahu putih

+

8

Tahu kuning

V. Pembahasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan  untuk meningkatkan rasa gurih,kenyal,serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso,mie,dan kerupuk. Di pasar-pasar tradisional boraks di kenal delang nama bleng

Boraks bukanlah bahan makanan,melainkan bahan pengwet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan  dapat menyebabkan keracunan,bahkan pemakaian yangyang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual,kepala pusing,kadang-kadang demam, dan timbul bintik-bintik merah di kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia untuk memberi warna kuning pada kunyit) kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks didalam makanan. Pada kondisi asam, kurkumin akan bewarna kuning, dan dalam keadaan basa akan bewarna merah kecoklatan  sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang bersifat basa, sehingga bila tercampur dengan kurkumin akan menimbulkan senyawa baru yang disebut boro-kurkumin. Senyawa ini bewarna merah kecoklatan.

Pengawetan,peningkatan rasa, dan aroma di sarankan menggunakan cahan dan cara-cara alami. Pengawet bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, penggaraman, penambahan gula dan sebaiknya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugian.

Dewasa ini boraks banyak sekali digunakan dalam industri makanan, seperti: dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, tahu, bakso, sosis, bahkan dalam pembuatan kecap. Padahal zat kimia ini merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia sehingga sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Boraks merupakan kristal lunak berupa garam Natrium Na2.B4O7.10H2O yang berwarna dan mudah larut dalam air. Boraks seharusnya hanya digunakan dalam industri non pangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, keramik, pengawet kayu, antiseptik dan pembasmi kecoak.

Mengkonsumsi boraks tidak akan secara langsung menimbulkan efek buruk secara cepat, namun akan terakumulasi dalam hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan, namun juga melalui kulit. Boraks akan menganggu enzim-enzim metabolisme. Jika penggunaan boraks terus dilakukan, dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama kanker, dan bahkan kematian.

Tentunya tidak ada seorang pun yang akan mengonsumsi barang yang diketahui mengandung zat berbahaya di dalamnya. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui cara mendeteksi adanya kandungan boraks dalam bahan makanan. Kebanyakan masyarakat mengira bahwa mendeteksi boraks harus di laboratorium sehingga memerlukan biaya mahal. Hal ini membuat masyarakat malas menguji dan langsung mengonsumsi barang yang dibeli. Padahal jika dapat mengetahui cara yang benar dan mudah untuk mendeteksi boraks, pasti masyarakat tidak akan kesulitan untuk melakukan sendiri.

Salah satu bahan alami yang berpotensi dapat digunakan untuk mendeteksi boraks adalah kunyit. Kunyit dapat digunakan sebagai obat dan bumbu dalam berbagai resep makanan.  Cara mendeteksi boraks dengan kunyit sangat mudah dan cepat. Kita hanya memerlukan kunyit, kertas saring, serta sedikit boraks sebagai kontrol positif. Mula-mula, kita membuat kertas tumerik. Ambil beberapa potong kunyit ukuran sedang, kemudian menumbuk dan menyaringnya sehingga dihasilkan cairan kunyit berwarna kuning. Kemudian, celupkan kertas saring ke dalam cairan kunyit tersebut dan keringkan. Hasil dari proses ini disebut kertas tumerik.

http://blog.growingwithscience.comSelanjutnya, buat kertas yang berfungsi sebagai kontrol positif dengan memasukkan satu sendok teh boraks ke dalam gelas yang berisi air dan aduk larutan boraks, serta teteskan pada kertas tumerik yang sudah disiapkan. Amati perubahan warna pada kertas tumerik. Warna yang dihasilkan tersebut akan dipergunakan sebagai kontrol positif. Tumbuk bahan yang akan diuji dan beri sedikit air. Teteskan air larutan dari bahan makanan yang diuji tersebut pada kertas tumerik. Amati perubahan warna apa yang terjadi pada kertas tumerik. Apabila warnanya sama dengan pada kertas tumerik kontrol positif, maka bahan makanan tersebut mengandung boraks. Apabila tidak sama warnanya, berarti bahan makanan tersebut tidak mengandung boraks.

Tanaman kunyit banyak ditemui di pasar dan lingkungan sekitar kita sehingga dapat dengan mudah didapat. Harga tanaman kunyit juga terjangkau sehingga dapat dibeli oleh berbagai kalangan masyarakat dari kelas bawah hingga atas. Hal ini menunjukkan bahwa kunyit merupakan detektor alami untuk boraks yang tepat. Deteksi boraks bisa dimulai dari bahan makanan yang sering kita konsumsi. Kewasapadaan kita terhadap boraks menentukan kualitas tubuh kita.

VI Kesimpulan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan  untuk meningkatkan rasa gurih,kenyal,serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso,mie,dan kerupuk. Di pasar-pasar tradisional boraks di kenal delang nama bleng

Boraks bukanlah bahan makanan,melainkan bahan pengwet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan  dapat menyebabkan keracunan,bahkan pemakaian yangyang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian. Tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual,kepala pusing,kadang-kadang demam, dan timbul bintik-bintik merah di kulit.

VII. Pustaka

cahpamulang.amplify.com/2010/08/08/boraks-ada-dalam-makanan-kita/

sibermedik.com/anda-takut-keracunan-boraks-kunyit-jalan-keluarnya

VIII. Dokumentasi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

By Deni saputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s