Kegiatan 7 Sehatkah makananku?

Laporan Praktikkum

Sehatkah makananku?

DISUSUN OLEH:

  1. EUIS TRIA (A1G010008)
  2. DENISA PUTRA (A1G0100021)
  3. HEPTA AJU LESTARI (A1G010031)
  4. FAILA JUMAT TIA (A1G010038)
  5. MEIDI SAMIN (A1G010039)
  6. SAFRIZAL
  7. ILHAM PUTRA YUDHA (A1G010028)

TINGKAT 3A

Dosen Pengampuh : Dra. Dalifa, M.Pd

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2012

I.        Tujuan Kegiatan

Kompetensi dasar

1.3 mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan

Indikator

Siswa dapat:

  1. Membuat daftar nama-nama zata yang terdapat pada bahan makanan kemasan yang diperjualbelikan berdasarka informasi pada kemasan
  2. Menggolongkan zat-zat yang erguna pada kesehatan
  3. Memilih makanan sehat sesuai informasi yag diperoleh

II.            Alat dan Bahan

Alat dan bahan

Berbagai macam bahan makanana yang diperjual belikan disekitar rumah sekolah

Misalnya:

  1. Tak-tak rasa jagung bakar
  2. Leo rasa ayam spesial
  3. Richeese siip
  4. Slai O’lai
  5. Mountea rasa blackcaurant

III.     Langkah kerja

Langkah kerja:

Tuliskan nama-nama bahan makanan pada Tabel berikut berdasarkan petunjuk/langkah-langkah

  1. Bacalah kandungan bahan makanan dan beri tanda v pada kolom yang sesuai
  2. perhatikan cara menggolongkan bahan makanan. bila perlu lihat bku sumber
  3. juka ditemukan bahan yang sulit dikelompokkan kolom A s.d G, tuliskan nama bahan makanan tersebut pada kolom zat lain
  4. amati pula zat lain yang dapat diamati da dirasakan

IV Hasil Pengamatan

Tabel uji makanan dalam kemasan

Nama bahan makanan yang diamati (kemasan)

A

B

C

D

E

F

G

Zat lain

Zat lain

Zat lain

Tak-tak

ü

ü

Aroma

Penyedap rasa

Gula, minyak sayur

Leo

ü

ü

ü

ü

Penguat rasa

Daun petersali

Natrium, kalium

Richeese siip

ü

ü

ü

ü

ü

Keju bubuk, whey bbuk

Bahan pengembang natrium bikabonat

Penguat rasa

Slai O’lai

ü

ü

ü

ü

ü

ü

Bahan pengembang, pengatur keasaman

Lesitin kedelai, pectin, kalsim karbonat

Panile, perisa nanas, premis piramin

Mountea

ü

ü

ü

Pengaturkeasaman, ekstrakte

Pemanis buatan, perisa blackcaurant, pengawet natrium benzoate

Natrium

Keterangan:

A. karbohidrat

b. lemak

c.protein

d.mineral

e. vitamin

f. air

g. zat pewarna

Brikut ini adalah komposisi bahan-bahan makanan:

  1. Tak-tak

Komposisi: jagung, tepung beras, gula, garam, minya sayur, aroma, penyedap rasa

Neto: 10 gr

  1. Leo rasa ayam special

Komposisi: tepung trigu, minyak nabati, bumbu rasa ayam ( mengandung  penguat rasa mononatrium  glutamate, pewarna tertrazine CL 1940), daun peterseli, garam

Informasi nilai gizi:

  • Energy total                        : 100 kkal
  • Energy dari lemak            : 50 kkal
  • Lemak total                        : 69         9% akg
  • Kolesterol                           : 0           0
  • Protein                                 : 0           0
  • Karbohidrat total              : 19         4%
  • Serat pangan                     : 0           0%
  • Natrium                               : 140 mg               6%akg
  • Kaliu                                      : 2mg                     0

Netto : 18 gr

  1. Richeese siip

Komposisi: jagung, minyak nabati ( mengandung antioksidan TBHQ), keju bubuk ( mengandung antioksidan tokoferol, askornil polmitat, Trtazin CL 1940, whey bubuk, garam, bahan pengembang Natrium bikarbonat, penguat rasa mononatrium glutamate, pewarna kuning FCF cl 15985

Ingormasi niali gizi:

  • Energy total                        50kkal
  • Energy dari lemak            30kkal
  • Lemak total                        3g                           5%akg
  • Protein                                 19                           1%akg
  • Karbohidrat total              5g                           2%akg
  • Gula                                       1g
  • Natrium/sodium              20mg                     1%akg
  1. Slai olai

Komposisi: tepung terigu, fruktosa, minyak nabati, glukosa, gula, puree nanas, susu bubuk, garam, pengatur keasaman, lesithin kedelai, pectin, bahan pengembang ( ammonium bikarbonat, natrium bikarbonat), kalsium bikarbonat, kalsium karbonat, panile, perisa nanas, pewarna makanan, premis piramin,

Informasi nilai gizi:

  • Energy total                                        170 kkal
  • Energy lemak                                     45kkal
  • Lemak total                                        5g           5%akg
  • Protein                                                 2g           3%akg
  • Karbohidrat total                              30g         10%akg
  • Gula                                                       13g
  • Natrium                                               120mg   5%akg
  • Vitamin b1                                                          25%akg
  • Vitamin b2                                                          10%
  • Vitamin b6                                                          20%
  • Vitamin b12                                                        15%
  • Kalsium                                                                                6%
  1. Mountea

Komposisi; air, pengatur keasaman, ekstrak the, gla, asam sitrat, pemanis buatan ( natrium siklamat 164mg/cup, perisa blackcaurant, pengawet natrium benzoate

Informasi  nilai gizi:

  • Eergi total                            50kkal
  • Lemak total                        0g           0akg
  • Protein                                 0g           0%akg
  • Karbohidrat total              13g         4%
  • Gula                                       13g
  • Natrium                               45mg     2%akg
  • Netto 180 ml

V. Pembahasan

Karbohidrat, lemak, protein, minera/garam, dan vitamin merupakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubh, sedangkan zat lainnya adalah zat tambaha/ aditif. Zat aditif belum tentu bermanfaat bagi tubuh. Zat aditif kerapkali ditambahkan kdalam bahan makanana untuk berbagai keperluan, misalnya, untuk member warna, rasa, memperbaiki tekstur, da sebagai bahan pengawet. Zat aditif buatan maupun alami dapat merugikan kesehatan, dan ada yang merugikan kesehatan bila dikonsumsi banyak. Misalnya, seseorang memakan garam secara berlebihan, maka akan menganggu kesehatannya

Zat pengawet diperlukan untuk memperlambat proses pembusukan makanan, walaupun kadangkala berbahaya bagi kesehatan

Pengertian Zat Aditif

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.

Macam-macam Zat Aditif

Zat Pewarna
Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:
Anato (orange) a. Biru berlian (biru)
Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)
Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)
Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)

Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa
Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
Penyedap rasa dan aroma (flavour)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

Zat pemanis buatan
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.

Pengawet

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

Anti kempal
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)
Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA
Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.

VI Kesimpulan

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.

Macam-macam Zat Aditif

Zat Pewarna
Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:
Anato (orange) a. Biru berlian (biru)
Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)
Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)
Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)

Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa
Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
Penyedap rasa dan aroma (flavour)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

Zat pemanis buatan
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.

Pengawet

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

Anti kempal
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)
Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA
Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.

VII. Pustaka

id.wikipedia.org/wiki/Aditif_makanan

mengerjakantugas.blogspot.com/2009/02/zat-aditif.html

VII. Dokumentasi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

By Deni saputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s