Kegiatan 5 Benarkah Fotosintesis menghasilkan gas?

Laporan Praktikkum

Benarkah Fotosintesis menghasilkan gas?

DISUSUN OLEH:

  1. EUIS TRIA (A1G010008)
  2. DENISA PUTRA (A1G0100021)
  3. HEPTA AJU LESTARI (A1G010031)
  4. FAILA JUMAT TIA (A1G010038)
  5. MEIDI SAMIN (A1G010039)
  6. SAFRIZAL
  7. ILHAM PUTRA YUDHA (A1G010028)

TINGKAT 3A

Dosen Pengampuh : Dra. Dalifa, M.Pd

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2012

I.        Tujuan Kegiatan

Kompetensi  Dasar

2.1 mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

Indikator

Siswa dapat :

  1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas;
  2. Mengamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan.

II.            Alat dan Bahan

Alat dan Bahan

  1. Gelas bening 2 buah
  2. Tabung reaksi 2 buah
  3. Corong bening 2 buah
  4. Air
  5. Tumbuhan air, misalnya hydrila
  6. Plastik transparan (lubang disesuaikan dengan ukuran gelas bening)
  7. Jam berjarum detik

III.     Langkah kerja

Prosedur/ Langkah Kerja

  1. Buatlah lubang pada plastik transparan yang besarnya disesuaikan dengan ukuran gelas
  2. Buatlah dua set rangkain alat yang setiap set terdiri dari gelas bening yang berisi air, hydrila, dan tabung reaksi penuh air . pastikan jumlah dan panjanghydrila pada setiap gelas selalu sama dan masukkan ke dalam corong.
  3. Letakkanlah kedua rangkaian tersebut ditempat yang berbeda, satu di dalam kelas, dan lainnya diluar kelas yang terkena cahaya matahari langsung !
  4. Hitunglah gelembung udara yang keluar dari tumbuhan hydrila, dan bandingkan jumlah gelembung gas yang di hasilkan tumbuhan hydrila yang berada di dalam kelas dengan yang terkena cahaya matahari langsung!

IV Hasil Pengamatan

No Hari Waktu Jumlah gelembung          Lama                                 pengamatan
1 Minggu 09.00 270     3 menit
2 Minggu 12.00 310     3 menit
3 Minggu 15.00 50      3 menit
4 Minggu 18.00       3 menit

Kecepatan gelembung:

-pukul 09.00

kecepatan = 270/3 = 90 gelembung/menit

-pukul12.00

kecepatan = 310/3 = 103,3 gelembung/menit

-pukul 15.00

kecepatan = 50/3 =16,6 gelembung/menit

-pukul 18.00

kecepatan = 0/3 = o gelembung/menit

V. Pembahasan

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.

Proses

Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan, meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama, seperti fisika, kimia, maupun biologi sendiri

Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplasberpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) danreaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).[18]

Reaksi terang, terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma.Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari.

Reaksi gelap, bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombangyang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).

  1. Cahaya tampak terbagi atas
  2. cahaya merah (610 – 700 nm),
  3. hijau kuning (510 – 600 nm),
  4. biru (410 – 500 nm) dan
  5. violet (< 400 nm).

 Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.[19] Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplas mengandung beberapa pigmen.

Sebagai contoh,

  • klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.

Reaksi terang

Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid

Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATPdan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekulair dan cahaya matahari. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.

Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama, yaitu fotosistem I dan II.Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700, yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.

Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. Untuk menstabilkan kembali, PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid.

Dengan menggunakan elektron dari air, selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah:

2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H → 4H+ + O2 + 2PQH2

Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga, yang dinamakan plastosianin (PC).Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah:

2PQH2 + 4PC(Cu2+) → 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen)

Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II, tapi mengandung kompleks inti terpisahkan, yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya, PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin.[21] Reaksi keseluruhan pada PS I adalah:

Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) → 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+)

Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH.[21] Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Reaksinya adalah:

4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd (Fe3+) + 2NADPH

Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut:

Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2

VI Kesimpulan

Cahaya matahari langsung intensitasnya lebih tinggi dari pada yang tidak langsung. Hal ini akan mempengaruhi jumlah gelembung gas yang di hasilkan pada fotosintesis tumbuhan hydrila. Kegiatan fotosintesis dapat diukur dengan menghitung jumlah gelembung gas yang dihasilkan dari bagian tumbuhan. Dari pengukuran banyaknya gas yang dihasilkan akan terlihat bahwa laju produksi gas meningkat bila intensitas cahaya meningkat.

Gelembung gas yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis adalah oksigen. Selain cahaya matahari, cahaya lampu dan cahaya dengan warna tertentu dapat meransang di hasilkanya gelembung gas. Warna merah dan nila dari cahaya lampu dapat mempercepat penghasilan gas. Oleh karena itu, umumnya aquarium dilengkapi dengan lampu ungu agar tumbuhan didalamnya menghasilkan gelembung gas.

VII. Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis

By Deni saputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s