KEGIATAN 3 SEL

LAPORAN PRAKTIKUM SEL

DISUSUN OLEH:

  1. EUIS TRIA (A1G010008)
  2. DENISA PUTRA (A1G0100021)
  3. HEPTA AJU LESTARI (A1G010031)
  4. FAILA JUMAT TIA (A1G010038)
  5. MEIDI SAMIN (A1G010039)
  6. SAFRIZAL
  7. ILHAM PUTRA YUDHA (A1G010028)
 

TINGKAT 3A

Dosen Pengampuh : Dra. Dalifa, M.Pd

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

I.        Tujuan Kegiatan

  1. Mahasiswa dapat membedakan sel hidup dan mati
  2. Mahasiswa dapat mengenalai organela-organela sel
  3. Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan

II.            Alat dan Bahan

  • Kegiatan I, II, III

Mengamati sayatan gabus singkong, epidermis bawang merah, dan epidermis mulut

  1. Mikroskop
  2. Cutter/silet
  3. Kaca preparat
  4. kaca penutup
  5. Tusuk gigi
  6. Metilin blue
  7. Gabus Singkong
  8. Bawang merah
  • Kegiatan IV
Mengamati penampang melintang batang dikotil dan monokotil
  1. tanaman jagung
  2. tanaman kacang tanah
  3. mikroskop
  4. cutter
  5. kaca preparat
  6. kaca penutup
  7. metilin blue

 III.            Langkah kerja

  • Kegiatan I, mengamati sayatan gabus singkong
  1. sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  2. letakkan sayatan pada kaca preparat
  3. tetesi sayatan dengan metilin blue
  4. tutup sayatan dengan kaca penutup
  5. letakkan preparat dibawah mikroskop
  6. amati preparat melalui mikroskop
  7. gambarlah hasil pengamatanmu
 
  • Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah
  1. ambillah satu siung bawang merah
  2. kelupaslah bagian terluar bawang merah setipis mungkin
  3. letakkan lapisan tersbut pada kaca preparat
  4. tetesi lapisan tersebut dengan metilin blue
  5. tutup dengan kaca penutup
  6. letakkan preparat dibawah mikroskop
  7. amati preparat bawang merah tersebut melalui mikroskop
  8. gambarlah hasil pengamatanmu
  9. sebutkan bagian-bagian yang tempak pada preparat
  • kegiatan III mengamati epidermis mulut
  1. goreskan tusuk gigi pada bagian dalam mulutmu
  2. letakkan hasil goresan tusuk gigi tersebut pada kaca preparat
  3. tetesi hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue
  4. tutup dengan kaca penutup
  5. letakkan preparat dibawah mikroskop
  6. amati preparat tersebut melalui mikroskop
  7. gambarlah hasil pengamatanmu
  8. sebutkan bagian-bagian yang namapak pada preparat
  • kegiatan IV

a. Kegiatan mengamati tanaman jagung

  1. ambillah tanaman agung
  2. sayatlah batang jagung setipis mungkin secara melintang
  3. letakkan sayatan pada satu kaca preparat sendiri
  4. tetesi setiapa sayatan dengan metilin blue
  5. tutup sayatan dengan kaca penutup
  6. letakkan setiap preparat dibawah mikroskop
  7. amati setiap preparat melalui mikroskop
  8. gambarlah hasil pengamatanmu

b. kegiatan mengamati tanaman kacang tanah

  1. ambillah tanaman kacang tanah
  2. sayatlah batang tanaman kacang tanah setipis mungkin secara melintang
  3. latakkan sayatan pada satu kaca preparat sendiri
  4. tetesi sayatan dengan metilin blue
  5. tutup sayatan dengan kaca penutup
  6. letakkan setiapa sayatan de bawah mikroskop
  7. amatis etiap preparat melalui mikroskop
  8. gambarlah hasil pengamatnmu

IV Hasil Pengamatan

kegiatan I

sel Gabus singkong

Kegiatan II

sel bawang merah

 

 

SEL Bawang Merah (gambar penampang yang lebih jelas)

Dari pengamatan dengan menggunakan mikroskop, bentuk sel epidermis bawang merah yaitu seperti balok yang disusun miring yang disusun miring. Di dalam sel bawang merah  terdapat cairan yaitu cairan inti (nukleoplasma) berupa geldan transparan  cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks fungsinya yaitu untuk melindungi fakuola. Sel bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel,memiliki cairan didalamnya,dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.

gambar;

 

Kegiatan III

Sel epidermis mulut

Kegiatan IV

A. Sel tanaman jagung

b. Sel Kacang Tanah

V. Pembahasan

Organ Tumbuhan

Filed under: Struktur Tumbuhan — gurungeblog @ 3:50 am
Tags: 
anatomi-akar

Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun.

AKAR

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

1. Fungsi Akar
a. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
b. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
c. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut

2. Anatomi Akar


Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.

a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele

a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

d.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
– Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
– Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
– Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

BATANG 
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

Jaringan Batang

1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

DAUN

anatomi-daun

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

VII. Pustaka

http://anggachip.blogspot.com/2009/03/perbedaan-dikotil-dan-monokotil.html

http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/21/organ-tumbuhan/

About these ads
By Deni saputra

10 comments on “KEGIATAN 3 SEL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s