Kegiatan 1 INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH

LAPORAN PRAKTIKUM INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK

DAN BIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH

DISUSUN OLEH

  1. EUIS TRIA (A1G010008)
  2. DENISA PUTRA (A1G010021)
  3. FAILA JUM’AT TIA (A1G010038)
  4. HEPTA AJU LESTARI (A1G010031)
  5. MEIDI SAMIN (A1G010039)
  6. SAFRIZAL (A1G)
  7. ILHAM PUTRA YUDHA (A1G010028)
TINGKAT 3A

Dosen Pengampuh : Dra. Dalifa, M.Pd

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bengkulu

2011

I.        Tujuan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah
  2. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah
  3. Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah dan Menentukan derajat keasaman tanah
  4. Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air

II.            Alat dan Bahan

  • Kegiatan 1 dan 2

Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.

  1. Buku
  2. Pena
  • Kegiatan 3

Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah dan menentukan derajat keasaman tanah.

  1. Gelas ukur                                                    : 1 buah
  2. Pengaduk plastic                                        : 1 buah
  3. Thermometer                                             : 1 buah
  4. Cawan petri                                                  : 2 buah
  5. PH meter                                                      : 2 buah
  6. Air mineral                                                  : 40 ml
  7. Tanah kering dari kebun sekolah       : 1 sendok plastik
  8. Tanah humus                                              : 1 sendok plastik
  • Kegiatan 4
  • Gelas ukur                        : 1 buah
  • Corong plastik                  : 1 buah
  • Kantung plastik                : 3 buah
  • Kertas saring                    : 3 lembar ( 15 cm x 15 cm )
  • Timbangan                       : 1 buah
  • Tabung erlemeyer : 1 buah
  • Air bersih                         : 300 ml
  • Tanah kebun sekolah        : 100 gram
  • Pasir                                 : 100 gram
  • Tanah humus                    : 100 gram

 III.            Langkah kerja

  • Kegiatan 1

Mengidentifikasi hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.

a)      Amati jenis hewan yang dapat di temukan di kebun sekolah.

b)      Amati alat gerak,jenis makanannya dan cara reproduksinya.

c)      Masukkan data hasil pengamatan di dalam tabel.

  • Kegiatan 2

mengidentifikasi tumbuhan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah.

a)      Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup di kebun sekolah.

b)      Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya.

c)      Masukkan data hasil pengamatan di dalam tabel.

  • Kegiatan 3

Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah dan menentukan derajat keasaman tanah.

a)      Ukurlah suhu udara

b)      suhu tanah di dalam ekosistem kebun sekolah dengan cara lubang lah tanah kira-kira 5 cm masukkan thermometer ke lubang tutuplah lubang dengan tanah tunggu hingga 15 menit.

c)      Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok plastic dan masukkan ke cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air mineral 20 ml serta aduk hingga rata.

d)      Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok plastic dan masukkan ke cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air mineral 20 ml serta aduk hingga rata.

e)      Tunggulah hingga air kembalimenjadi jernih dan ukurlah berapa PH keasaman air tanah tersebut.

f)       Tuliskan berapa besernya PH keasaman kedua contoh tanah tersebut dalam tabel.

  • Kegiatan 4
A
  1. Ambillah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  2. Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  3. Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering
  4. Timbanglah kembali tanah dan pasir yang sudah kering
  5. Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut: Daya serap tanah =   berat basah- berat kering/berat basah x 100%

B

  1. Siapkan tabung elmeyer yang kering
  2.  Siapkan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan diatas gelas erlemeyer
  3. Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama diatas corong plastic yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer
  4. Ukurlah jumlah air yang menetes kedalam masing-masing tabung erlemeyer
  5. Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut: Daya serap tanah = Jumlah air yang dituangkan- Jumlah air yang menetes/jumlah air yang dituangkan x 100%

IV Hasil Pengamatan

Kegiatan 1 dan 2

Tabel hasil pengamatan jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di kebun sekolah

NO

Nama Hewan

Tempat Hidupnya

Alat Geraknya

Jenis Makanannya

Cara reproduksinya

1

Nyamuk

Di udara

Sayap

Darah hewan/manusia

Bertelur(ovivar)

2

Semut

Di atas tanah

Kaki

Makanan yang manis

Bertelur(ovivar)

3

Cacing

Di dalam Tanah

Otot kulit

Bertelur( Ovivar)

4

Kupu-kupu

Di udara

Sayap

Madu/nectar bunga

Bertelur

5

Lalat

Di udara

Sayap

Bertelur

6

Capung

Di udara

Sayap

Daun

bertelur

No

Nama Tumbuhan

Cara Berkembangbiak

Bagian Tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan atau manusia

Jumlah Individu

Akar

Umbi

Biji

Batang

Tunas

1

Kacang Merah

Akar, umbi

19

2

Kunyit

Akar

4

3

Lengkuas

Akar , Batang

1

4

Anak Talas

Umbi, batang

7

5

Rumput

Akar

30

Kegiatan 3

Hasil pengamatan suhu udara 34C dan suhu Tanah 36C

No Jenis Tanah PH Asam atau Basa Subur atau Tidak Subur
1 Tanah Kebun Sekolah 6 Asam Tidak subur
2 Tanah Humus >7 Basa Subur

Kegiatan 4

A.Hasil pengamatan Daya serap tanah

  • Tanah kebun

Berat basah : 100 gr

Berat kering : 90 gr

Daya serap tanah

=100gr-90gr/100 gr x 100 %

=10 %

Jadi daya serap tanh terhadap air adalah 10 %

  • Tanah Humus

Berat basah : 100gr

Berat kering : 40 gr

Daya serap Humus

= 100gr-40gr/100gr X 100%

=60%

Jadi daya serap tanah humus adalah 60%

  • Pasir

Berat basah : 100 gr

Berat kering : 95gr

Daya serap pasir

=100gr-95gr/100gr X 100%

=5%

Jadi daya serap pasir adalah 5 %

B.Daya serap tanah terhadap air

  • Tanah

Jumlah air yang dituangkan : 100 ml

Jumlah air yang menetes : 50 ml

Daya serap tanah adalah:

=100ml-50ml/100ml X 100%

=50 %

  • Humus

Jumlah air yang dituangkan : 100ml

Jumlah air yang menetes : 70 ml

Daya serap humus adalah:

=100ml-70ml/100 ml X 100%%

=30 ml

  • Pasir

Jumlah air yang dituangkan : 100 ml

Jumlah air yang menetes : 80ml

Daya serap pasir adalah:

=100ml-80ml/100ml X 100%

=20%

V. Pembahasan

A Penggolongan Hewan

Penggolongan hewan dapat dilakukan dengan membedakannya berdasarkan tempat hidup, cara bergerak, cara berkembang biak, jenis makanan, dan penutup tubuh.

1. Penggolongan Hewan

Berdasarkan Tempat Hidupnya Amatilah hewan-hewan yang ada di lingkungan rumah atau sekolahmu. Hewan apa sajakah yang ada? Mungkin ada kerbau, sapi, burung, ayam, kelinci, ikan, dan bebek. Hewan-hewan seperti sapi, kerbau, ayam, kelinci, dan bebek hidup di darat. Adapun ikan hidup di air. Berdasarkan tempat hidupnya, hewan dapat digolongkan menjadi hewan yang hidup di darat, di air, dan ada juga hewan yang hidup di darat dan di air. Bagaimana dengan burung? Diskusikanlah dengan temanmu.

2. Penggolongan Hewan

Berdasarkan Cara Geraknya Salah satu ciri makhluk hidup adalah dapat bergerak. Setiap hewan memiliki cara bergerak yang berbeda-beda. Amatilah hewan-hewan yang ada di lingkungan sekitarmu. Semut sering kamu lihat di pepohonan, tanah, atau dinding bangunan. Semut bergerak dengan cara berjalan atau berlari. Burung dan kupu-kupu bergerak dengan cara terbang. Kucing, ayam, dan kambing bergerak dengan cara berjalan atau berlari. Kadang-kadang, kucing bergerak dengan cara melompat. Katak dan kelinci bergerak dengan cara melompat. Tahukah kamu cara bergerak hewan lainnya? Benar, hewan ada yang bergerak dengan cara merayap dan berenang. Contoh hewan yang bergerak dengan cara merayap adalah cecak, cacing, dan ular. Dapatkah kamu menyebutkan contoh hewan yang bergerak dengan cara berenang?

3. Penggolongan Hewan berdasarkan makanan

Makanan hewan bermacam- macam. Hewan herbivor ada yang memakan rumput, sayuran, buah, daun, biji, dan madu. Pada Gambar 2.3a, terlihat kelinci sedang memakan rumput. Dapatkah kamu memberikan contoh hewan herbivor yang lain? Diskusikan bersama guru dan temanmu. Hewan karnivor tidak semuanya pemakan daging. Hewan karnivor ada yang memakan serangga. Contoh hewan yang memakan serangga adalah cecak dan katak. Gambar 2.3b menunjukkan burung hantu sebagai hewan karnivor. Dapatkah kamu memberikan contoh hewan yang lain?

hewan omnivor adalah hewan pemakan daging dan tumbuhan. Gambar 2.4 menunjukkan bahwa tikus termasuk hewan omnivor. Tikus suka memakan daging dan juga suka memakan buah-buahan. Contoh hewan omnivor lainnya adalah ayam. Ayam suka memakan beras dan juga suka memakan cacing. Coba kamu sebutkan contoh hewan omnivor lainnya. Makanan manusia berasal dari hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan. Lingkungan menyediakan berbagai kebutuhan untuk makhluk hidup. Karena itu, lingkungan harus selalu dijaga dan dilestarikan. Jika lingkungan banyak dirusak, jumlah makanan akan berkurang. Hal tersebut memengaruhi kesehatan tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Jika kebutuhan pangan tidak terpenuhi, masyarakat akan menderita.

4. Penggolongan Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan penutup tubuh hewan? Bulu dan rambut merupakan contoh penutup tubuh hewan. Sisik ikan pun termasuk penutup tubuh hewan. Penutup tubuh hewan memiliki fungsi sebagai pelindung dari cuaca panas ataupun dingin dan juga untuk melindungi diri dari musuhnya. Kucing, kelinci, dan domba memiliki rambut sebagai penutup tubuh, seperti yang terlihat pada Gambar 2.5a. Ayam, bebek, dan burung memiliki bulu sebagai penutup tubuhnya. Ikan dan ular memiliki sisik untuk menutupi tubuhnya.

B.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Suhu Udara ( Temperatur )

Temperatur udara adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala Celcius, Fahrenheit, atau skala Reamur.’

Perlu diketahui bahwa suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.
a). Sudut Datangnya Sinar Matahari

Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.

b). Tinggi Rendahnya Tempat

Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.

c). Angin dan Arus Laut

Angin dan arus laut mempunyai pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.
d). Lamanya Penyinaran

Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.

Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.
e). Awan

Awan merupakan penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu daerah terjadi awan (mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari. Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima panas dan lambat pula melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin.

Faktor yang mempengaruhi pH tanah
pH tanah dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaiitu bahan induk tanah, pengendapan, vegetasi alami, pertumbuhan tanaman, kedalaman tanah dan pupuk nitrogen.
  • Dekomposisi bahan organik

Bahan organik tanah secara terus menerus terdekomposisi oleh mikroorganisme kedalam bentuk asam asam organik, karbondioksida (CO2) dan air, senyawa pembentuk asam karbonat. Selanjutnya, asam karbonat bereaksi dengan Ca dan Mg karbonat di dalam tanah untuk membentuk bikarbonat yang lebih larut, yang bisa tercuci keluar, yang akhirnya meninggalkan tanah lebih masam.

  • Bahan induk

Tanah berkembang dari bahan induk yang berupa batuan dan bahan organik. Selanjutnya batuan di kelompokkan menjadi batuan beku, sedimen dan metamorfose. Batuan basa umumnya mempunyai pH tinggi dibandingkan dengan tanah yang berkembang dari batuan masam

  • Pengendapan

Jika air berasal dari air hujan melewati tanah, kation kation basa seperti Ca dan Mg akan tercuci. Kation kation basa yang hilang tersebut kedudukannya di tapak jerapan tanah akan di ganti oleh kation kation masam seperti Al, H, dan Mn. Oleh karena itu, tanah tanah yang terbentuk pada lahan dengan curah hujan tinggi biasanya lebih masam dibandingkan pada tanah tanah pada lahan kering atau acid.

  • Vegetasi alami

Tanah tanah yang berada di bawah kondisi vegetasi hutan akan cenderung lebih masam di bandingkan dengan yang berkembang di bawah padang rumput. Hutan tanaman dengan daun kecil (konifer) dapat menyebabkan lebih masam dibandingkan dengan hutan tanaman berdaun lebar.

  •  Pertumbuhan tanaman

Tanah sering menjadi masam jika di tanami atau untuk aktifitas pertanian, sebab basa basa akan hilang (ikut terpanen).

  • Kedalaman tanah

Pada lahan dengan curah hujan tinggi, umumnya kemasaman meningkat sesuai dengan kedalaman lapisan tanah, sehingga kehilangan topsoil oleh erosi dapat menyebabkan lapisan olah tanah menjadi lebih masam.

  • Pupuk nitrogen

Nitrogen tanah dapat berasal dari pupuk, bahan organik, sisa hewan, fiksasi N oleh leguminose dapat menyebabkan tanah lebih masam.

Faktor yang Mempengaruhi Bahan Organik Tanah

Diantara sekian banyak faktor yang mempengaruhi kadar bahan organik dan nitrogen tanah, faktor yang penting adalah kedalaman tanah, iklim, tekstur tanah dan drainase.

Kedalaman lapisan menentukan kadar bahan organik dan N. Kadar bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan atas setebal 20 cm (15-20%). Semakin ke bawah kadar bahan organik semakin berkurang. Hal itu disebabkan akumulasi bahan organik memang terkonsentrasi di lapisan atas.

Faktor iklim yang berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Makin ke daerah dingin, kadar bahan organik dan N makin tinggi. Pada kondisi yang sama kadar bahan organik dan N bertambah 2 hingga 3 kali tiap suhu tahunan rata-rata turun 100C. bila kelembaban efektif meningkat, kadar bahan organik dan N juga bertambah. Hal itu menunjukkan suatu hambatan kegiatan organisme tanah.

Tekstur tanah juga cukup berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin tinggi kadar bahan organik dan N tanah, bila kondisi lainnya sama. Tanah berpasir memungkinkan oksidasi yang baik sehingga bahan organik cepat habis.

Pada tanah dengan drainase buruk, dimana air berlebih, oksidasi terhambat karena kondisi aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kadar bahan organik dan N tinggi daripada tanah berdrainase baik. Disamping itu vegetasi penutup tanah dan adanya kapur dalam tanah juga mempengaruhi kadar bahan organik tanah. Vegetasi hutan akan berbeda dengan padang rumput dan tanah pertanian. Faktor-faktor ini saling berkaitan, sehingga sukar menilainya sendiri (Hakim et al, 1986).

VI. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa tumbuhan dan hewan yang hidup di kebun sekolah adalah:

Hewan : nyamuk, cacing, semut, kupu-kupu, lalat, capung

Tumbuhan : kacang merah, kunyit, lengkuas, anak talas, rumput

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan bahwa suhu udara di kebun berdasarkan kwadran yang telah dibagikan adalah sekitar 34C  dan suhu tanah  30C  dan berdasarkan pengamatan bahwa tanah di kebun sekolah memilki Ph 6 hal ini membuktikan bahwa tanah kebun sekolah bersifat asam dan tidak subur sehingga kurang cocok untuk tanaman

Berdasarkan pengamatan tentang daya serap tanah, tanah humus memilki daya serap yang paling baik karena tanah humus merupakan tanah yang memilki partikel padat sehingga lebih banyak menyerap air di bandingkan dengan tanah kebun dan pasir. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya tanah humus sangat baik untuk pertumbuhan tanaman Karena memilki daya serap air yang sangat baik untuk menyimpan cadangan air di tanah dan merupakan tanah yangmemiliki bahan organic yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk hidup

VII. Pustaka

http://www.syiham.co.cc/2010/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://kapurpertanian.com/index.php/Berita-Terbaru/Faktor-yang-mempengaruhi-pH-tanah.html

http://www.lestarimandiri.org/id/pupuk-organik/156-bahan-organik.html

About these ads
By Deni saputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s